Studi Kasus | HEZHOU, GUANGXI

1 . Latar Belakang Proyek
Kota Hezhou di Guangxi adalah daerah penghasil daging babi yang besar. Ratusan peternakan kecil dan menengah menghasilkan kotoran babi dalam jumlah besar, yang sering kali disimpan di tumpukan terbuka yang memicu keluhan bau dan risiko pencemaran air. Di 2024 Biro Pertanian & Urusan Pedesaan Hezhou meluncurkan program “Inisiatif ”Pupuk Kandang → Pupuk", yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi keuntungan sekaligus memenuhi peraturan lingkungan yang semakin ketat.
2 . Solusi Jiesonglin

Di bawah kemitraan antara pemerintah dan perusahaan, 20 kebun percontohan masing-masing menerima Komposter membran e-PTFE 200 m³ dipasok oleh Teknologi Jiesonglin:
- Tempat pengomposan di tempat yang disediakan di setiap peternakan
- Kotoran babi dicampur dengan sekam padi / serbuk gergaji, dimasukkan ke dalam sel kompos
- Penutup membran nano yang dapat ditembus gas + aerasi cerdas & kontrol suhu
- Proses yang sepenuhnya tertutup-tidak ada bau, rembesan, atau gangguan lalat
Model “titik kompos tingkat pertanian” membuat perawatan tetap bersifat lokal dan terukur.
3 . Hasil yang Dapat Diukur

| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Siklus pengomposan | ≈ 25 hari (vs. 45-60 hari sebelumnya) |
| Produksi pupuk tahunan | ≈ 30 000 t di 20 unit |
| Dampak lingkungan | Penurunan dramatis dalam pembuangan kotoran yang tidak diolah; bau & lindi dihilangkan |
| Manfaat pertanian | Pupuk organik dikembalikan ke kebun buah, petak-petak sayuran dan ladang jagung-mengurangi penggunaan NPK kimiawi |
4 . Umpan Balik Pengguna & Pemerintah
“Musim panas dulu berarti bau yang tak tertahankan. Dengan komposter baru ini, semuanya menjadi bersih dan tidak merepotkan; pupuknya memberi makan tanaman saya sendiri dan menghemat biaya.”
- Pemilik peternakan babi lokal, Hezhou
“Pengomposan membran mudah dioperasikan dan ideal untuk pertanian kecil. Ini adalah alat yang ampuh untuk perbaikan lingkungan pedesaan dan akan diluncurkan di seluruh kota.”
- Biro Pertanian & Urusan Pedesaan Hezhou